Hello^^
Ketan Durian Ala Nana khas Malang ini sering jadi camilan di rumah, karena orang serumah, kebetulan semua penyuka buah durian.
Awalnya aku penasaran pas seorang teman posting status tentang Ketan Duren Ala Nana. Maklum aja, aku tim penyuka durian. Entah itu dicampur ketan, dibikin durian kocok, panchake, es teler durian dan berbagai makanan olahan durian lainnya. Buatku, durian dicampur atau diolah, meskipun ada kesan eneg, justru bikin mood buat makan lagi, nambah lagi.
PACKAGING
Pertama kali buka box-nya, cukup takjub dengan aromanya yang wangi. Apalagi ketan dan durennya berbentuk kotak kecil-kecil berjumlah sekitar 10 biji. Ternyata Ketan Duren Ala Nana dikemas secara unik yaitu dengan daun pandan dibuat seperti mangkuk kecil, lalu distaples.
Untuk aromanya, pas pertama kali box dibuka, nggak ada aroma durian yang menyengat seperti halnya ketika durian dibuka dari kulitnya. Aroma durian itu seolah terganti dengan aroma pandan wangi yang menyebar. Cocok buat orang-orang yang nggak terlalu suka aroma durian, tapi suka makan buahnya.
RASA
Satu box Ketan Duren Ala Nana ini berisi 10 biji dengan porsi kecil yang mirip puding. Meskipun sedikit lengket karena harus memisahkan ketan dan duren dari daun pandannya terlebih dahulu, tapi bisa langsung dimakan hanya dengan sekali hlep. Kalau aku sukanya makan sedikit demi sedikit untuk menikmati setiap perpaduan dua rasa berbeda yang cocok sekali dimakan dengan dipadu sama teh hangat.
Ada ketan punel yang disusun bagian paling bawah, lalu ditambah Vla Duren yang lembut di bagian atasnya. Terlihat cantik dengan tiga kombinasi warna berbeda dari putih, kuning, dan hijau. Ketiganya memiliki kekuatan untuk memberikan kesan tak terlupakan di setiap gigitan ketan duren.
Putihnya ketan menandakan ketentraman, kuning dari durian seolah mengingatkan bahwa setiap orang pasti memiliki tantangan asam manis pahitnya kehidupan, dan hijau dari daun pandan memberi makna bahwa setiap masalah akan terselesaikan jika saling berangkulan.
Awalnya sempat bingung cara makannya, akhirnya kubuka daun pandannya, lalu digigit perlahan. Kemasannya yang mungil, membuat ketan Duren Ala Nana ini lekas habis hanya dengan dua atau tiga kali gigitan. Makanya aku memilih menggigitnya sedikit demi sedikit.
Citarasa ketan duren yang kurasakan ini menurutku terlalu manis kalau dimakan secara langsung. Tapi pas udah dimasukkan kulkas, manisnya telah berbaur dengan dingin yang membuat rasanya lumer dan nggak bikin eneg pas dimakan.
Ada tiga perpaduan rasa unik yang bersaatu dalam sebuah kudapan oleh-oleh khas Malang ini. Ketannya yang punel dan gurih seperti menetralisir dan menenangkan vla durian yang manis legit, apalagi ditambah sensasi dingin setelah dikeluarkan dari kulkas membuat rasanya jadi berbeda. Harum pandan yang menyebar juga menjadi saksi yang membuatku ingin makan lagi dan lagi, sampai tak sadar telah menghabiskannya sendirian.
HARGA
Ketan Duren Ala Nana ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 28.000/box dengan isian 10 biji. Kalau pengen pesan atau hanya sekadar cari tahu terlebih dahulu, boleh intip di media sosial instagram @ketandurenalananamalang. Kudapan ini sangat cocok menjadi teman secangkir teh atau kopi, sekaligus teman ngobrol sepanjang hari, dan juga cocok buat kamu yang lagi cari oleh-oleh khas Malang yang enak dan unik. Selamat mencoba^^

