Hello^^
Buku ini berkisah tentang hewan-hewan di pertenakan Manor yang melakukan pemberontakan karena menanggap Pak Manor, manusia pemilik dan pengelola peternakan ini berlaku tidak adil dan semena-mena pada hewan-hewan di peternakan. Hewan-hewan disini merasa diperalat, diambil tenaganya, susunya, telur dan dagingnya, tapi yang menikmati hanya manusia, apa yang mereka dapatkan (makanan dan kenyamanan) tak sebanding dengan apa yang mereka berikan. Bagi mereka manusia adalah mahluk yang sadis, tercela dan tidak layak untuk dijadikan teman.
Hewan-hewan di peternakan ini pada akhirnya berhasil menyingkirkan Pak Manor dibawah komando Snowball dan Napoleon, dua babi yang banyak memberikan pemikiran terkait revolusi atau pembaharuan di Peternakan. Setelah berdiskusi, semua hewan sepakat membuat semacam dasar 'peternakan', dimana isinya diantaranya adalah: dilarang mabuk-mabukan, semua hewan setara dan dilarang berteman dengan manusia.
Snowball mengambil peran pemimpin diawal buku, hingga akhirnya terjadi konflik antara Snowball dan Napoleon terkait ide pembangunan Kincir Angin di peternakan. Konflik ini nantinya akan berdampak panjang, kita diajak melihat juga bagaimana kondisi peternakan dibawah pimpinan Napoleon.
Animal Farm menyisakan ending yang bisa diinterpretasikan bebas tapi jujur saat aku selesai baca menimbulkan rasa hampa. Novel ini memang hanya fiksi, tapi apa yang terjadi di Pertanian Hewan adalah kisah nyata yang pernah terjadi dan kali ini kembali terulang di era modern. Menurutku meski kamu bukan pembaca novel klasik atau nggak biasa baca klasik, Animal Farm ini sayang banget buat dilewatkan.
Nggak masalah juga kamu baca ini karena awalnya FOMO (aku juga sama kok hahaha). Kalau teman-teman nggak terlalu suka membaca isu politik pun, membaca buku ini tetap membuat kita memahami watak-watak manusia yang diwakili binatang-binatang di buku ini. Makna dan pesan yang ada di Animal Farm ini sangat universal dan tak akan lekang oleh jaman.
TENTANG BUKU
Buku : Animal Farm
Penulis : George Orwell
Penerbit : Shira Media
tahun Terbit : 2025
Hal : 170
Rate : 10/10
PESAN MORAL
- Tanggung jawab.
- Team work.
- Adil dan setara.
- Ketamakan.
- Eksploitasi.
PROS
Meskipun dikemas seperti fabel, nyatanya kisah Animal Farm ini jauh lebih kelam dan berat dari gambaran sebuah fabel. Akan tetapi, George Orwell memiliki gambaran yang cukup baik dalam menuangkan alur atau plot ceritanya.
Begitu pula dengan pemberian karakteristik tiap hewan. Dimana hewan-hewan ini merupakan simbol dan cerminan dari sifat manusia. Misalnya Mayor Tua sebagai sosok paling berwibawa dan dihormati, Squealer si babi yang sombong dan penuh muslihat, atau Boxer si kuda jantan yang penuh kerja keras.
CONS
Dari judulnya buku ini sudah memberitahukan pada kita bahwa ini adalah kisah satir, di mana tujuannya memang untuk menyindir situasi politik di dunia nyata, pemerintahan Uni Soviet kala itu. Namun untuk sebuah karya yang dibaca semua orang, beberapa orang di masa itu menganggap buku ini terlalu mengerikan, dan ada juga bagian-bagian yang terasa agak aneh atau nggak masuk akal.
Untuk beberapa adegan digambarkan dengan tidak ‘ramah’, terlebih lagi menggunakan hewan-hewan sebagai gambarannya. Namun hal ini juga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai kisah satir, yang cenderung kasar.
REVIEW
Karakter hewan-hewan dalam Animal Farm ini merupakan gambaran seperti apa bentuk sifat-sifat manusia, baik ketika mereka berada dibawah atau ketika kehidupan mereka sedang diatas. Yang mana penggambaran yang paling jelasnya adalah ketika seseorang mendapatkan kekuasaan.
Memegang kendali atas sebuah kelompok masyarakat dalam jumlah besar. Berawal dengan visi misi mulia, kadang bisa menggoyahkan mental kita. Apakah bertahan untuk tetap rasional atau mengikuti ego yang menjauhkan kita pada sebuah kenyataan.
Bahwa kekuasaan yang besar juga harus disertai tanggung jawab yang besar juga, sebab segala hal memiliki resiko masing-masing. Ada banyak nyawa yang dipertaruhkan dengan kehidupan yang bergantung di tangan seseorang yang berkuasa.
Seharusnya beban yang besar ini tidak membuat kita malah meleng tanggung jawab, dan sibuk memikirkan kemakmuran diri sendiri. Ketamakan, keegoisan dan juga penindasan hanya akan membawa kesengsaraan yang tiada habisnya, dan seperti sebuah lingkaran setan, karma bisa saja terjadi dalam waktu yang kita tidak pernah harapkan.
So, I’d recommend Animal Farm to anybody who is in political propaganda, anybody may well be into a bit of fantasy (it’s a book about animals forming a society) or people that simply want to read an absolute classic of literature. The story is very compact. I like it!
QUOTES
"...Semuanya mirip. Kini jelas, apa yang terjadi dengan wajah babi - babi itu. Para hewan di luar melihat dari babi ke manusia lagi. Mereka sudah tidak bisa membedakan, yang mana babi dan yang mana manusia."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar